Pengertian
Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu
kabel yang digunakan sebagai media penghubung antar computer dan peralatan
jaringan (hub atau switch). Kabel UTP
merupakan salah satu kabel yang paling popular
saat yang di gunakan untuk membuat
jaringan computer.
JENIS-JENIS KABEL UTP
1.Kabel UTP jenis CAT3
Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri
telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih
digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini
bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan
transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah
biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.
Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia
dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit
kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai
kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang,
25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa
kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi
dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3
dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama
dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.
2. Kabel UTP jenis CAT5
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali
kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi
jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel.
Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski
kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5
dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali
bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan
pasangan kabel yang lebih tinggi.
3. Kabel UTP jenis CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel
data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel.
Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya
bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang
ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel
UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas
dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang
hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan
penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.
4. Kabel UTP jenis CAT6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi
paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi
standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang
kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan
pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah
semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin
rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan
data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga
terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi
jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe
inilah yang harus digunakan.
Langkah Kerja :
Langkah 1 :
Kelupas bagian luar kabel UTP sepanjang kira-kira 2 cm dengan
menggunakan pisau tang krimping sehingga nampak bagian dalam kabel yang
berjumlah sebanyak 8 buah,
Langkah 2 :
Urutkan dan rapikan kabel sesuai dengan
warna dibawah ini :
1. Hijau Putih
2. Hijau
3. Orange Putih
4. Biru
5. Biru Putih
6. Orange
7. Coklat Putih
8. Coklat
Langkah 3 :
Potong rapi ujung kabel secara bersamaan sedemikian sehigga ujungnya berjajar dengan rata
Langkah 4 :
Masukkan ujung kabel UTP tadi ke dalam konektor RJ-45. Pastikan
urutannya benar sesuai dengan jalur-jalur yang sudah disediakan di dalam
konektor tadi.
Dan juga pastikan ujung masing-masing kabel sudah mentok di bagian dalam konektor RJ-45
Langkah 5 :
Masukkan konektor RJ-45 yang sudah terpasangi kabel UTP tadi ke salah
satu mulut tang crimping yang memiliki bentuk dan ukuran cocok dengan
konektor RJ-45. Tekan bagian pangkal konektor dengan tang krimping.
Penekanan ini akan membuat pin-pin yang ada di ujung konektor menancap
di masing-masing kabel.
lakukan langkah 1 s/d 5 untuk kedua ujung kabel
Langkah 6 :
Uji dengan kabel tester. Colokkan salah satu ujung ke induk tester ( yg
besar ) ke port Tx. Dan colokkan ujung lain ke anak tester (yg kecil) ke
port Rx. Nyalakan kabel tester dengan menggeser saklar ke posisi auto.

di tester Induk :
Lampu indikator akan menyala secara berurutan dari lampu indikator 1 s/d 8 dan juga G ( ground)
Perhatikan di tester anak :
-
jika lampu indikator juga menyala pada posisi lampu indikator induk menyala, maka kabel tersebut tidak ada masalah.
-
Jika lampu indikator tester induk menyala
pada nomor tertentu sedangkan lampu indikator pada tester anak pada
nomor tersebut tidak menyala, berarti kabel dengan warna yang
bersangkutan mengalami masalah.
- Jika lampu indikator tester induk menyala pada nomor tertentu
sedangkan lampu indikator pada tester anak menyala pada nomor yang lain
bearti urutan pemasangan yang tidak benar. (kecuali untuk jenis cross )
Masalah yang mungkin timbul :
Read More ->>